EXO

EXO

Wednesday, July 9, 2014

7 Tips Menghargai Waktu Istirahat Tubuh Anda


Sudah teraturkah tidur malam anda...???. Tidur cukup dan teratur setiap malam menjadi sebuah keharusan setiap orang untuk meningkatkan kesehatan tubuhnya. Kurang bersemangat dan terlihat lesu dipagi hari merupakan dua gejala yang terlihat jelas saat jam tidur malam berantakan. Idealnya, delapan jam merupakan waktu yang diperlukan oleh tubuh untuk beristirahat tiap malamnya. Sehingga keesokan harinya dapat bangun lebih awal dengan semangat baru dan penuh gairah bekerja dan beraktivitas. Berbagai tips unik menjurus aneh dapat anda terapkan untuk tidur teratur setiap malam. Lalu, apa saja tips unik agar tidur teratur setiap malam...???

     Agar tidur teratur setiap malam, kita harusnya juga mengetahui berbagai faktor penyebab jam tidur malam tidak teratur. Asyik menonton televisi hingga larut malam, bermain komputer serta mengakses internet hingga lupa waktu maupun mengobrol dengan seseorang hingga dini hari merupakan beberapa faktor yang merusak jam tidur malam anda. Berbagai tips dapat anda terapkan agar tubuh dan pikiran anda dapat beristirahat total setiap malam hari. Tips kesehatan, berikut ini tips unik agar tidur teratur setiap malam :
  1. Atur timer televisi untuk mematikan televisi secara otomatis. Anda dapat mengatur berapa lama anda harus menonton televisi setiap malamnya. Sehingga ketika televisi mati secara otomatis, maka pertanda jam tidur malam anda dimulai.
  2. Manfaatkan Alarm Waktu Pada Ponsel Anda. Dengan mengatur waktu bunyi di alarm pada ponsel anda, maka dengan mudah pula dapat mengatur jam tidur dan bangun anda setiap hari dengan tepat.
  3. Sigkirkan Gadget Dari Tempat Tidur. Saat merebahkan tubuh untuk tidur, seringkali kita ingin membuka gadget (ponsel, laptop dan lainnya), maka sebaiknya tempatkan gadget jauh dari tempat tidur anda.
  4. Pakailah Penutup Pada Mata Anda. Tidak sedikit dari kita, sulit memejamkan mata meskipun malam telah larut. Oleh karena itulah, tutuplah mata anda dengan kain tipis untuk memaksa mata terpejam. Tips ini akan membuat seseorang tertidur dengan sendirinya.
  5. Tali Pergelangan Tangan Anda. Dengan mengikat pergelangan tangan anda pada tali yang dihubungakan pada kayu ranjang, maka niat untuk meninggalkan ranjangpun tidak akan dilakukan, meskipun ada acara favorit yang sayang untuk dilewatkan. (Tapi jangan mengikat pergelangan tangan dengan tali dengan kuat ).
  6. Jadikan Tidur Malam Sebagai Kegiatan Menabung Energi. Semakin cukup energi yang terisi di tubuh anda, maka aktivitas atau kerja yang dilakukan pada esok harinya akan berjalan optimal dan penuh semangat yang tinggi pula.
  7. Jadikan Tidur Malam Sebagai Pembayar Hutang. Jadikan waktu tidur malam sebagai wujud cinta dan pedulinya pada tubuh yang anda miliki. Sehingga tidur malam yang anda lakukan sebagai pembayar hutang yang sangat adil bagi tubuh, karena sudah menemani anda sepanjang hari.
Selamat beristirahat! :)

Berita Kesehatan 2014 : Pembekuan Manusia untuk Memasuki Kondisi Hibernasi Pertama Kali akan Diuji Cobakan


Apabila Anda penyuka film fiksi ilmiah (science fiction) tentu pernah melihat adegan di mana manusia dibekukan selama perjalanan “antariksa” atau melihat film manusia purba yang hidup kembali setelah “membeku” beribu-ribu tahun lamanya.  Memang kedua cerita tersebut sampai saat ini masih tergolong “science fiction” karena belum terjadi dalam dunia nyata.

Tetapi hal ini mungkin tak lama lagi menjadi “non fiksi” karena ada beberapa para ahli bedah dari Amerika tepatnya di UPMC Presbyterian Hospital dari Pittsburgh, Pennsylvania akan melakukan percobaan pada manusia untuk memasuki “penundaan kehidupan” atau semacam “pembekuan kehidupan” di mana nanti pada waktu yang diinginkan orang tersebut dapat kembali dipulihkan dari kondisi beku/hibernasi.
Mengapa hal ini dilakukan? Alasan penelitian dan percobaan ini adalah untuk menolong mereka yang mengalami luka parah atau penyakit yang tidak bisa disembuhkan untuk memiliki waktu lebih banyak sampai ditemukannya obat atau pengobatan yang bisa menyembuhkan di masa depan sehingga memiliki kemungkinan hidup lebih besar.
Teknik penundaan/pembekuan kehidupan ini akan diujicobakan pada 10 pasien yang terluka parah dengan cara mendinginkan tubuh tapi bukan lewat suhu luar, tetapi dengan cara mengambil semua darah pasien, lalu menggantikannya dengan larutan garam dingin. Hal ini akan mendinginkan tubuh dan memperlambat fungsinya sampai terhenti dan mengurangi kebutuhan oksigen.
Sebenarnya ada kejadian penundaan/pembekuan kehidupan ini pada kejadian yang tidak disengaja pada beberapa orang, seperti wanita Swedia bernama Anna BĂ„genholm yang bisa bertahan hidup di bawah lapisan es dalam air yang membeku selama 80 menit pada kecelakaan ski, lalu ada orang Jepang bertahan 24 hari tanpa makan atau minum dengan mengalami kondisi hibernasi hipotermik.
Para dokter yang terlibat menyebut apa yang mereka lakukan dengan istilah “emergency preservation and resuscitation” di mana teknik ini dikembangkan oleh Dokter Peter Rhee yang berhasil melakukan ujicoba pada babi pada tahun 2000. Dan pada tahun 2006 Dr Rhee beserta timnya mempublikasikan hasil dari penelitian mereka.
Mereka berhasil melakukan pembekuan kehidupan pada babi dengan teknik yang telah dijelaskan di atas di mana sebagian besar babi berhasil dihidupkan kembali dari kondisi “beku/hibernasi” tersebut.
Namun pada manusia, untuk saat ini kemungkinan hal ini akan berhasil dilakukan untuk selama beberapa jam saja, tapi apabila  memang benar berhasil, hal ini sudah merupakan pencapaian dan kemajuan besar yang mampu menolong nyawa manusia.

Tuesday, July 8, 2014

Budaya Kota Malang, The Historical Diamond Of East Java

Budaya Malang
Kekayaan etnis dan budaya yang dimiliki Kota Malang berpengaruh terhadap kesenian tradisional yang ada. Salah satunya yang terkenal adalah Wayang Topeng Malangan (Topeng Malang), namun kini semakin terkikis oleh kesenian modern. Gaya kesenian ini adalah wujud pertemuan tiga budaya (Jawa Tengahan, Madura, dan Tengger). Hal tersebut terjadi karena Malang memiliki tiga sub-kultur, yaitu sub-kultur budaya Jawa Tengahan yang hidup di lereng gunung Kawi, sub-kultur Madura di lereng gunung Arjuna, dan sub-kultur Tengger sisa budaya Majapahit di lereng gunung Bromo-Semeru. Etnik masyarakat Malang terkenal religius, dinamis, suka bekerja keras, lugas dan bangga dengan identitasnya sebagai Arek Malang (AREMA) serta menjunjung tinggi kebersamaan dan setia kepada malang.

Tari Topeng Malangan, Tergerus Waktu
Malang sebenarnya tidak melulu tentang udara dingin dan apelnya. Lebih dari itu Malang menyimpan kebudayaannya sendiri, yang sayangnya tergerus waktu. Seperti salah satunya adalah seni pertunjukan tari Topeng Malangan.  Keberadaan tari Topeng Malangan sudah ada sejak abad ke-13 Masehi. Seni pertunjukan  topeng ini memiliki akar pada tradisi pemujaan terhadap nenek moyang dari masyarakat yang masih menganut kepercayaan animisme pra Hindu di Jawa. Para penari topeng dianggap sebagai media atau wadah bersemayamnya roh nenek moyang. Mereka percaya bahwa nenek mpyang itu datang untuk  memberi berkat kepada anak cucunya dan menerima pemujaan mereka.
Panji Asmorobangun
Pementasan tari topeng ini, biasanya membawa cerita kisah Panji Asmorobangun. Yakni putera mahkota dari kerajaan Daha, atau Doho, yang merupakan salah satu kerajaan besar di Jawa. Karakter-karakter pada cerita ini adalah, Raden Panji Inu Kertapati (Panji Asmarabangun), Galuh Candrakirana, Dewi Ragil Kuning atau Raden Gunungsari. Karakter-karakter yang dibawakan oleh para penarinya sangatlah beragam. Seperti kalangan ningrat yang bergerak dengan elegan, anggun, berwibawa, atau karakter yang membuat penarinya memainkan gerakan keras, agresif, dan tergesa-gesa.
Ada berbagai macam versi dari cerita Panji ini, namun biasanya mempunyai alur cerita yang tidak terlalu jauh berbeda. Yakni berkisah tentang pangeran yang menyamar menjadi rakyat jelata untuk mencari istri atau kekasihnya yang menghilang. Cerita rakyat Jawa seperti Ande-Ande Lumut dan Keong Mas, juga dianggap sebagai versi lain dari cerita Panji.

Ringkasan cerita Raden Panji tersebut kira-kira seperti berikut:
“Alkisah Raden Panji Asmarabangun adalah putera mahkota dan akan menggantikan kedudukan Ayahandanya sebagai raja. Sedangkan Galuh Candrakirana adalah puteri raja kerajaan Jenggala. Kedua putera dan puteri mahkota itu dijodohkan dalam rangka mempererat hubungan diplomatik kedua kerajaan. Sayangnya kedua anak raja tersebut menolak perjodohan ini, karena Raden Panji telah mempunya kekasih yang bernama Dewi Anggraini, puteri patih kerajaan Panjalu. Singkat cerita, sang Raja, ayah dari Raden Panji Asmarabangun memerintahkan untuk membunuh Dewi Anggraini karena dianggap menjadi penghalang bersatunya kedua putera puteri Raja. Setelah kematian Dewi Anggraini, Raden Panji Asmarabangun mencari Dewi Galuh Candrakirana untuk dinikahinya. Cerita berakhir dengan perkawinan Raden Panji Asmarabangun dan Dewi Galuh Candrakirana.”


Panggung
Panggung pertunjukan kesenian ini biasanya penuh dengan ornamen khas masyarakat Hindu Jawa. Pertunjukan Topeng Malangan biasanya dipentaskan setiap Senin Legi (kalender penanggalan Jawa) di sanggar tari Asmoro Bangun yang terletak di daerah Dusun Kedungmonggo Kecamatan Pakisaji Malang. Pertunjukan tari tersebut diselenggarakan oleh komunitas tari pimpinan (alm.) Mbah Karimun, seorang maestro tari Topeng Malangan dan pelestari budaya tari topeng hingga menjadi ikon budaya kebanggaan kota Malang.
Pertunjukan dibuka dengan iringan musik gamelan Jawa yang disebut Gending Giro. Ciri khas musik pengiring ini adalah tenang dan syahdu. Tujuannya adalah untuk mengalihkan perhatian penonton sekaligus untuk memberitahukan bahwa pertunjukan tari akan segera dimulai. Pada beberapa pertunjukan tari topeng, kadang-kadang ada yang menampilkan Tari Remo sebagai ucapan selamat datang kepada para tamu atau hiburan ringan lawak atau ludruk.
Selanjutnya seorang penyanyi yang disebut sinden, menyanyikan lagu berbahasa Jawa kuno. Sinden berperan menceritakan ringkasan kisah yang akan dimainkan para penari. Kemudian, seorang anggota komunitas akan menyampaikan sambutan, menyapa penonton, dan  menceritakan sinopsis cerita.

Sajen
Sebelum pertunjukan dimulai, dalang membaca mantra dan membawa persembahan ke panggung yang ditujukan kepada roh nenek moyang. Sajen ini untuk mencegah terjadinya bencana selama pertunjukan berlangsung. Persembahan atau sesajen itu biasanya berupa kemenyan, sesisir pisang, air sari tape, bunga-bungaan, daun sirih segar, uang, nasi tumpeng, dan telur.
Setelah berbagai ritual diselesaikan, maka dimulailah pertunjukan tari topeng yang berlangsung sekitar tiga jam saja. Dahulu, pertunjukan tari topeng ini bisa berlangsung mulai kira-kira pukul 20.00 hingga subuh. Namun seiring perkembangan zaman, masyarakat lebih menyukai jalan cerita yang tidak terlalu panjang dan membosankan.
Bagian yang terakhir adalah tradisi memakan sesajen bersama-sama setelah pertunjukan tari selesai. Hal ini berbeda dengan ritual pada zaman dahulu, yaitu setelah pertunjukan sesajen tidak dimakan tetapi diletakkan di sebuah punden (tempat keramat yang terdapat makam pendiri daerah).

Tergerus Waktu
Salah satu komunitas kesenian Tari Topeng Malangan yang saat ini masih tetap aktif adalah sanggar Seni Asmoro Bangun pimpinan Bapak Handoyo, cucu dari Alm Mbah Karimun, seniman tari sekaligus perintis sanggar seni tersebut. Selain tetap giat mengajarkan para generasi muda tari Topeng Malangan dan menyelenggarakan pentas tari secara teratur, sanggar seni ini juga merupakan pusat pengrajin topeng di kabupaten Malang.
Tidak dapat dipungkiri bahwa era kekayaan budaya ini semakin jauh terlewati. Bahkan kesenian ini sudah hampir mencapai masa kepunahannya karena minimnya regenerasi. Era globalisasi dan modernisasi telah membuat minat para generasi muda untuk menekuni seni pertunjukan tari topeng atau menjadi pengrajin topeng semakin berkurang.
Sangat diperlukan dukungan pemerintah terutama Dinas Pariwisata dan Budaya  kepada komunitas pelestari budaya ini pada khususnya. Termasuk komunitas-komunitas seni budaya yang lain pada umumnya demi melestarikan kekayaan budaya Indonesia, termasuk seni pertunjukan tari Topeng Malangan.
Kota Malang merupakan surga bagi pengiat kuliner jenis apapun . Namun cita rasa kuliner tersebut yang membuat bertahan dan layak mendapatkan julukan kuliner legendaris . Berikut ini beberapa kuliner legendaris di Malang
1. Warung Lama Haji Ridwan ( Tahun 1925 – Sekarang )
Warung Lama H. Ridwan ini sangat dikenal masyarakat Malang akan citarasanya yang legendaris. Seperti namanya, Warung Lama H. Ridwan ini memang sudah ada sejak lama, yakni sejak jaman sebelum kemerdekaan Indonesia dari tahun 1925. Sejak saat itulah, warung ini sudah berhasil memenuhi selera kuliner masyarakat Jawa Timur, khususnya di Malang.
Di rumah makan ini, aneka menu yang dihadirkan sejak dahulu masih memiliki citarasa yang sama dan sangat khas. Resep masakan Jawa Kuno yang dihadirkan pun sungguh sangat menggoda dan nikmat untuk dicicipi. Anda akan dapat menikmati aneka menu andalan Kota Malang juga di tempat ini.
2. Depot HTS / Han Tjwan Sing ( Tahun 1927 – Sekarang )
Depot HTS atau Han Tjwan Sing yang telah berdiri sejak 1927 ini merupakan tempat kuliner sekaligus persinggahan bagi pelancong yang melakukan perjalanan keluar kota Malang, ke arah utara, misalnya ke Surabaya. Makanan yang menjadi primadona di HTS adalah onde-onde HTS dan rawon merah.
Kue onde-onde bikinan Depot HTS teksturnya bulat cantik dan kenyal tidak keras. Jajanan bertabur wijen ini digoreng sempurna warnanya kekuningan. Ada banyak pilihan isi selain kacang hijau, sebut saja isi kelapa dan kacang merah. Terdapat juga onde-onde yang terbuat dari ketan hitam dengan kenikmatan yang tak kalah jempolan.
3. Soto Daging Rahayu ( Tahun 1928 – Sekarang )
Di lokasi yang tak jauh dari Warung Lama H. Ridwan ada penjual soto daging, nama pemiliknya Hj. Puji Astutik atau biasa disapa Tutik. Warung soto ini juga sudah ada sejak tahun 1928. Lokasi warung soto daging Hj. Tutik tampak lebih sederhana. Tempatnya berada di pojok perempatan stan pasar, sehingga terkesan agak menyempil.
Lokasinya sederhana namun kepopuleran soto daging ini tidak kalah dengan pamor warung lamanya H. Ridwan. Terbukti, setiap hari warung soto ini juga ramai dipadati pembeli. Tutik merupakan orang keempat yang mengelola sejak warung soto itu dibuka di era zaman Belanda. Yang merintis warung ini adalah seorang pria bernama Saidi, kemudian diteruskan oleh anaknya Supiatun, lalu diteruskan oleh ibunda Tutik, Hiyana. Baru kemudian pada tahun 1985 dilanjutkan oleh dirinya hingga saat ini. Soto daging Tutik memang terasa khas karena pengguna resepnya yang digunakan secara turun temurun termasuk dalam memilih bahan yang selalu diutamakan berkualitas.
4. Toko Oen ( Tahun 1930 – Sekarang )
Toko Oen yang terletak di dekat Alun-Alun Kota Malang ini sudah ada sejak jaman Penjajahan Belanda pada tahun 1930. Cerminan tuanya usia Toko Oen ini nampak sekali pada desain arsitektur bangunannya yang khas Belanda serta pajangan foto hitam putih suasana Kota Malang di masa lampau. Furnitur seperti kursi rotan rendah yang ditata mengelilingi meja bundar juga nampak sangat khas tempoe doeloe.
Sejak dulu, Toko Oen ini sudah dikenal dengan ice creamnya. Varian rasa es krim seperti Tutti Fruity Cassata yang terbuat dari buah-buahan, kemudian Sparkling Delight yakni es krim buah cocktail yang disajikan dengan kembang api menyala, lalu Morkus yakni es krim dengan cita rasa kopi, dan masih banyak lagi lainnya. Para pemburu kuliner legendaris, perlulah singgah sejenak ke tempat makan legendaris ini.
5. Putu Lanang Celaket ( Tahun 1935 – Sekarang )
Putu Lanang-lah tempatnya. Di tempat ini, Anda dapat memilih aneka macam jajanan seperti putu, cenil, lupis, dan sejenisnya. Berada di ujung sebuah gang di Jalan Jaksa Agung Suprapto, yang merupakan jalan utama di Malang. Usaha yang dirintis sejak 1935 di kawasan Celaket ini banyak diburu pecinta jajanan tradisional Jawa di kota Malang.
Jajan pasar yang ditawarkan yaitu puthu, lopis, klepon, dan cenil. Buat Anda yang kangen dengan jajanan klasik di masa kecil bisa langsung menuju ke Warung Puthu Lanang. Per porsi puthu, klepon, cenil, dan lopis disajikan di atas daun pisang yang diguyur air gula merah kental dan ditaburi parutan kelapa. Jajanan ini bisa dicampur komplit atau terpisah.
6. Tahu Lontong Lonceng ( 1935 – Sekarang )
Salah satu kuliner legendaris di Malang adalah Depot Tahu Lontong Lonceng . Terletak di Jalan Laksamana Martadinata no.66 . Siapa sangka Depot Tahu Lontong ini sudah ada sejak sebelum jaman kemerdekaan yakni tahun 1935 dan tetap bisa survive sampai sekarang dengan cita rasa yang tidak pernah berubah.
Cara penyajian tahu telur Lonceng cukup unik. Sambal petis di dasar piring lalu diberi irisan lontong dan paling atas ditaburi tahu telur. Rasa makanan ini terbukti telah membuat banyak pelanggan merasa ketagihan sehingga tak mengherankan jika Depot milik Bpk. Abdulrohim ini tak pernah sepi pembeli. Meski tempat yang tersedia termasuk sempit, tetapi karena cepatnya pelayanan, maka kita tidak perlu antri terlalu lama jika ingin makan di tempat.
7. Bakso Geprak Mbah Djo ( Tahun 1935 – Sekarang )
Bakso geprak dan soto geprak Mbah Djo adalah salah satu kuliner tempo dulu yang dimiliki oleh kota Malang. Rasa serta kualitas masakan benar-benar lain dibandingkan dengan bakso atau soto pada umumnya karena menggunakan cara pengolahan serta resep rahasia sejak tahun 1935. Bakso dan Soto Geprak Mbah Djo merupakan suatu produk olahan daging yang diperkenalkan pertama kali di kota Malang oleh seorang mbah Djo muda pada tahun 1935. Dan rahasia itu baru terungkap oleh anak cucu cicit beliau lewat tulisan tangan resep rahasia beliau.
Proses pengolahan dilakukan dengan cara menumbuk/menggeprak daging hingga halus sehingga serat daging terpisah dengan sendirinya tanpa harus ada proses pemotongan serat seperti yang terjadi pada produk bakso pada umumnya. Untuk menjamin dari segi kebersihan, kesehatan, dan efektifitasnya, maka untuk saat ini sudah menggunakan mesin modern penumbuk daging dengan prinsip kerja yang sama dengan proses tradisional guna untuk mempertahankan cita rasa yang ada.
8. Rawon Brintik ( Tahun 1942 – Sekarang )
Warung nasi rawon yang unik dan memiliki sejarah panjang ini didirikan sejak 1942. Dinamakan rawon brintik karena sang istri pemilik warung ini memiliki rambut keriting atau brintik. Hingga nama ini melekat menjadi brand warung rawon khas Malang ini. Terletak di Jl. K.H. Ahmad Dahlan 39 Malang
Yang paling khas dari warung ini tentu saja nasi rawonnya. Dagingnya sangat empuk dan terasa lumat di lidah. Seperti lazimnya penyajian nasi rawon di kota Malang, rawon dan nasi tersaji dalam satu piring bertabur kecambah. Agar lebih nikmat tambahkan sedikit sambal dan lauk dendeng paru. Santap bersama kerupuk udang yang renyah atau keripik belinjo yang sudah tersedia di masing-masing meja.
9. Angsle & Ronde  Titoni ( Tahun 1948 – Sekarang )
Awalnya pada 1948 usaha makanan angsle dan ronde ini berjualan di depan toko jam Titoni di dekat Pasar Besar Malang. Kemudian lambat laun berkembang hingga pelanggan banyak yang mengenal dengan nama Depot Ronde Titoni.
Untuk urusan angsle, Titoni memang bisa diandalkan, maklum saja di kota Malang warung yang menjual ronde atau angsle yang nikmat hanya bisa dihitung jari. Seporsi angsle terdiri dari kacang hijau yang empuk, irisan roti tawar yang dipotong kotak-kotak, agar-agar mutiara, pethulo, yang kemudian diguyur dengan kuah santan berasa gurih manis. Anda bisa menemuinya sekarang di Jalan Zainul Arifin
10. Bakpao Boldi ( Tahun 1950 – Sekarang )
Bakpao Boldy Malang yang terkenal akan kelembutan dan citarasanya yang lezat saat dinikmati. Terletak di Jalan Mangun Sarkoro No.25, Malang. Untuk menjaga citarasa yang alami tidak menggunakan sedikitpun bahan kimia berbahaya melainkan menggunakan bahan alami berkualitas yang baik dan sehat untuk segala usia.
Bakpao Boldy Malang  juga menyajikan beragam varian bakpao yang wajib Anda coba antara lain seperti rasa ayam cincang, babi cincang, ayam kecap, babi kecap, kacang hijau, kacang tanah dan tausa. Karena tekturnya yang lembut dan citarasanya yang lezat membuat Bakpao Boldy Malang menjadi menu hidangan yang nikmat untuk Anda coba.
11. Soto Daging Pak Markeso ( Tahun 1950 – Sekarang )
Nama sotonya diambil dari nama penjualnya, Pak Markeso. Bapak yang usianya sudah sepuh ini sudah berjualan soto daging khas Madura sejak tahun 50-an. Ada bumbu khas Madura yang digunakan sebagai tambahan bumbu dasar, katanya. Inilah yang membuat soto daging Pak Markeso rasanya lezat dan nendang di lidah.
Soto Pagi Duro Pak Markeso ini berlokasi di Jalan Sindoro, Malang atau daerah jalan Ijen. pak Markeso jualan soto daging madura, dengan menggunakan gerobak yang khas soto madura, mangkal di pinggir jalan Sindoro di bawah pohon, buka mulai pagi hingga siang/sampai habis.
12. Rumah Makan Cairo ( Tahun 1952 – Sekarang )
Rumah Makan Cairo adalah satu-satunya rumah makan di Kota Malang yang menyajikan menu khusus dari daging kambinng. Dengan membuka warungnya di Jl. Kapt Tendean 1, rumah makan ini cukup terkenal dengan menu sate kambingnya. Memang, rumah makan yang satu ini begitu lekat dihati orang Malang. Saking lezatnya sate ini tak hanya orang Malang saja yang terpikat, banyak pendatang maupun orang luar yang menyempatkan diri hanya untuk menikmatinya.
Rumah makan Cairo yang berdiri sejak tahun 1952 ini menjadikan daging kambing sebagai bahan utama dari setiap menu yang disajikannya. Sate Cairo misalnya, sajian ini merupakan sajian utama yang sangat terkenal. Dengan sekali lirik saja, selera makan anda langsung tergoda untuk mencicipinya. Sate ini disajikan dengan irisan daging yang lumayan gede. Dalam penyajiannya, dibubuhi saus kacang tanah ditambah tempah-rempah alami. Rumah Makan Cairo, Suguhkan Selera Timur Tengah
13. Depot Soto Lombok ( Tahun 1955 – Sekarang )
Sejak didirikan pada 1955, Depot Soto Ayam Lombok sudah banyak dikenal masyarakat dengan cita rasanya yang khas. Soto Lombok nampak berwarna keruh kecoklatan, agak kental. Penyajiannya sendiri terdiri atas nasi dengan potongan kentang rebus, telur bebek rebus, mie su’un, irisan kubis segar, taoge, potongan daging ayam kemudian ditaburi koyah. Sajian soto lombok ini akan terasa lebih nikmat jika dinikmati bersama kerupuk rambak yang terbuat dari kulit sapi dan dicampur sedikit kecap manis.
Kuliner legendaris yang satu ini telah melekat pada penanda kekhasan Kota Malang tersendiri. Sebab tak hanya bakso dan cwi mie, Kota Kuliner ini juga punya ‘Soto Lombok’ yang legenda citarasanya telah diakui Nusantara.
14. Gado Gado Warung Citra ( Tahun 1956 – Sekarang )
Bahannya sama seperti gado-gado pada umumnya, lontong, rebusan telur, tahu, selada, kentang, taoge yang kemudian disiram dengan saus kacang dan kecap. Namun yang istimewa dari gado-gado ini, ia sudah hadir sejak tahun 1956. Uniknya lagi, gado-gado ini dijual di atas sepeda kumbang yang hingga kini masih terawat dan kokoh menemani berjualan. Gado gado Citra ini terletak  di Jalan Sutomo, Malang.
15. Warung Rujak Cingur Bude Ruk ( Tahun 1960 – Sekarang )
Bisa dikatakan inilah warung rujak cingur tertua yang masih ada di Kepanjen. Namanya Warung Rujak Bude Ruk. Di papan namanya tertulis sejak tahun 1960, tapi menurut beberapa orang, warung rujak Bude Ruk ini sudah ada sejak tahun 1950-an. Wah, sudah lama sekali kalau begitu ya?.
Warung rujak ini berada di Jalan Suruji nomor 17. Tepatnya di gang 1, gang sempit yang menghubungkan Jalan Suruji dengan Jalan Sultan Agung (Sawunggaling), tepatnya di sebelah Toko Jawa. Saking terkenalnya Warung Rujak Bude Ruk, sampai-sampai gang sempit ini pun diberi nama Gang Rujak.
16. Ketan Legenda Batu ( Tahun 1967 – Sekarang )
Di Kota Wisata Batu terdapat tempat makan terkenal bernama Pos Ketan Legenda – 1967 yang menghidangkan menu utama hidangan ketan. KWB Pos Ketan Legenda Kota Batu sendiri terletak di sebelah barat Alun-alun Kota Batu atau lebih tepatnya di Jl. KH Agus Salim, Junrejo – Batu. Disini Anda akan disajikan aneka menu ketan mulai dari Ketan Bubuk, Ketan Susu Keju, Ketan Kacang, Ketan Keju Meses, Ketan Campur, dan Ketan Kicir yang terkenal akan citarasanya yang lezat. Selain aneka menu ketan, juga terdapat aneka minuman seperti teh, kopi, jossua, sogem, jahe, STMJ Murni Segar, Susu dan aneka minuman lainnya. Pos Ketan Legenda Kota Wisata Batu dibuka setiap harinya mulai pukul 15.00 – 03.00 dan untuk mode lesehan/cangkrukandibuka mulai pukul 22.00.
17. Sate dan Gule Kambing Haji Paino Bunul ( Tahun 1973 – Sekarang )
Warung Sate dan Gule Kambing Haji Paino Bunul ini sudah ada sejak tahun 1973. Kehadirannya yang cukup lama di Kota Kuliner ini menjadikan Sate dan Gule Kambing Haji Paino Bunul sebagai salah satu kuliner Malang yang cukup legenda dan banyak diburu pembeli.
Berbeda dengan kebanyakan jenis sate dan gule kambing pada umumnya, citarasa kelezatan aneka menu kambing di rumah makan ini sungguh juara. Pasalnya, selain daging kambingnya sangat empuk, ‘bau kambing’nya pun tidak tercium sama sekali.
Rasa khas yang diciptakan mebuat warung ini tidak pernah sepi pengunjung. Kualitas rasa juara, harga sangat bersahabat. Itulah yang membuat sate dan gule H. Paino ini disukai banyak kalangan.
18. Pecel Kawi ( Tahun 1975 – Sekarang )
Berdiri sejak tahun 1975, Pecel Kawi ini bisa dibilang merupakan salah satu ikon Kuliner Legendaris yang ada di kota Malang. Pecel Kawi, dinamakan demikian karena rumah makan yang menjual menu utama nasi pecel ini terletak di Jalan Kawi.
Tepatnya yakni di Jalan Kawi Atas nomor 43B/46, Kota Malang. Apalagi, kualitas citarasa khas pecel yang sudah diwariskan secara turun temurun, telah banyak dikenal di saentaro Negeri ini. Bumbu khas pecel yang sangat gurih dan lezat menjadikan citarasa yang menarik.
19. Bakso Presiden ( Tahun 1977 – Sekarang )
Bakso President berawal dari kegigihan dan keuletan Bapak H. Abd. Ghoni Sugito. Beliau berjualan bakso sejak tahun1977, waktu itu masih menjadi penjual bakso pikul keliling yang bahannya diambil dari orang lain. Rekan-rekannya sesama penjual bakso keliling biasanya paling laris bisa mendapatkan Rp 3.500 dalam seharinya, tetapi Pak Sugito ini dapat menghasilkan sampai Rp 10.000. Itu karena bahan yang diambil dari juragannya dimodifikasi terlebih dahulu sehingga mendapatkan cita rasa yang istimewa. Akhirnya terkumpullah modal untuk mandiri.

Pada tahun 1980, beliau sudah memiliki 15 gerobak keliling. Usahanya semakin maju dan akhirnya dimulailah untuk berjualan menetap. Awalnya dengan warung tenda di Pasar Senggol (Pasar Burung sekarang) pada tahun 1983. Kemudian karena lokasi itu terkena proyek bangunan, lokasi berjualan diputuskan pindah ke tempat lain. Dengan pertimbangan mencari lokasi yang ramai pengunjungnya maka dipilihlah berjualan di belakang Bioskop President (Mitra 2 Departement Store sekarang). Itulah makanya usaha Beliau dinamakan Bakso President.

Sumber : http://berita.grosirkeripik.com/19-kuliner-legendaris-di-malang/